Jumat, 07 September 2012

FAKTOR YG MEMPENGARUHI SIKLUS KES WANITA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Hambatan sosial, budaya dan ekonomi yang dihadapi sepanjang hidup perempuan merupakan akar masalah buruknya kesehatan maternal (saat hamil, bersalin dan nifas). Dengan menggunakan pendekatan siklus hidup diketahui bahwa masalah mendasar kesehatan perempuan telah terjadi jauh sebelum memasuki usia remaja (15-49 tahun).Status kesehatan perempuan semasa kanak-kanak dan remaja mempengaruhi kondisi kesehatannya saat hamil dan bersalin. Jenis makanan, tingkat pendidikan, nilai dan sikapyang dianut, sistem kesehatan yang tersedia dan bisa diakses, situasi ekonomi, sertakualitas hubungan seksualnya mempengaruhi perempuan dalam menjalankan masa-masa produksi dan reproduksinya. Antisipasi kebutuhan perempuan sepanjang hidupnya, mulai dari saat konsepsihingga masa pasca usia reproduksi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Pendekatan ini menekankan pada pentingnya perilaku pencapaian pelayanan kesehatan yang memenuhi kebutuhan khusus. Sistem kesehatan harus mengenali dan memperhatikan masalah kesehatan perempuan karena kondisi dan upaya pada satu tahap kehidupan akan mempengaruhi sepanjang hidupnya. Sebagai contoh:


·         Pemberian ASI eksklusif selama 4-6 bulan memberi antibodi (kekebalan)dan gizi yang dibutuhkan bayi untuk memulai hidup sehat.
·         Kekurangan gizi yang dialami remaja perempuan di masa kanak-kanak  bisa menghambat pertumbuhannya (tulang punggung tidak berkembang sempurna)sehingga berisiko mengalami persalinan macet.
·         Perempuan muda yang terkena ISR dan tidak diobati dengan benar, beresiko mengalami kemandulan. Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup Kesehatan Reproduksi adalah pendekatan siklus hidup, yang berarti memperhatikan ke khususan kebutuhan penanganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Kesehatan Wanita Sepanjang Siklus Kehidupan
Pendekatan yang diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup Kesehatan Reproduksi adalah pendekatan siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhususan kebutuhan penannganan sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta kesinambungan antar fase kehidupan tersebut. Dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, yang bila tidak ditangani dengan baik maka hal ini dapat berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.
Dalam pendekatan siklus hidup ini, dikenal lima tahap, yaitu:
·         Konsepsi
·         Bayi dan anak
·         Remaja
·         Usia subur
·         Usia lanjut

1. Konsepsi
a.       Perlakuan sama terhadap janin laki-laki/perempuan
b.      Pelayanan antenatal, persalinan aman dan nifas serta pelayanan bayi baru lahir.
c.       Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin, BBLR, kurang gizi (malnutrisi).
d.      Pendekatan pelayanan antenatal, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

2. Bayi dan anak
a.       ASI Eksklusif dan penyapihan yang layak
b.      Tumbuh kembang anak, pemberian makanan dengan gizi seimbang
c.       Imunisasi dan manajemen terpadu balita sakit
d.      Pencegahan dan penanggulangan kekerasan
e.       Pendidikan dan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan
f.       Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin, sunat perempuan, kurang gizi (malnutrisi), kesakitan dan kematian BBLR, penyakit lain disemua usia dan kekerasan.
g.      suplemen Pendekatan yang dilakukan: pendidikan kesehatan, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan primer, imunisasi, pelayanan antenatal, persalinan, postnatal, menyusui serta pemberian, dll.
3. Remaja
Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan merupakan peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa. Peristiwa terpenting yang terjadi pada gadis remaja adalah datangnya haid pertama yang dinamakan menarche. Secara tradisi, menarche dianggap sebagai tanda kedewasaan, dan gadis yang mengalaminya dianggap sudah tiba waktunya untuk melakukan tugas-tugas sebagai wanita dewasa, dan siap dinikahkan. Pada usia ini tubuh wanita mengalami perubahan dramatis, karena mulai memproduksi hormon-hormon seksual yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi
a.       Gizi seimbang
b.      Informasi tentang kesehatan reproduksi
c.       Pencagahan kekerasan, termasuk seksual
d.      Pencegahan terhadap ketergantungan napza
e.       Perkawinan pada usia yang wajar
f.       Pendidikan, peningkatan keterampilan
g.      Peningkatan penghargaan diri
h.      Peningkatan pertahanan terhadap godaan dan ancaman.
i.        Masalah yang ditemui meliputi: seks komersial, pelecehan seksual, penyalahgunaan obat (alkohol, obat, tembakau), kekerasan gender, praktik tradisional berbahaya, perilaku seks tidak aman, kehamilan remaja, aborsi tidak aman, ISR/IMS/HIV/ AIDS.
j.        Pendekatan yang dapat dilakukan meliputi; konseling tentang perubahan hukum/sosial, pendidikan kesehatan, deteksi, pencegahan, pengobatan, kontrasepsi yang sesuai, pemberian suplemen, pendidikan dalam keluarga, konseling dll
4. Usia subur
Usia dewasa muda, yaitu antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Inilah usia produktif dalam menapak karir yang penuh kesibukan di luar rumah. Di usia ini wanita harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima, sehingga jika terjadi kehamilan dapat berjalan dengan lancar, dan bayi yang dilahirkan pun sehat. Pada periode ini masalah kesehatan berganti dengan gangguan kehamilan, kelelahan kronis akibat merawat anak, dan tuntutan karir. Kanker, kegemukan, depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti tubuhnya. Gangguan yang sering muncul pada usia ini, adalah endometriosis yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar atau buang air kecil. Penderita kadang mengalami nyeri hebat, tetapi ada juga yang tidak mengalami gejala apa-apa.
a.       Kehamilan dan persalinan yang aman
b.      Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi
c.       Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan penggunaan alat kontrasepsi (KB)
d.      Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS
e.       Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas
f.       Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi secara rasional
g.      Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim
h.      Pencegahan dan manajemen infertilitas.
i.        Masalah yang mungkin ditemui: Kesakitan dan kematiani ibu yang disebabkan berbagai kondisi, malnutrisi/anemia, kemandulan, pelecehan/kekerasan seksual, komplikasi aborsi, ISR/IMS/HIV/AIDS dan pengaturan kesuburan.
j.        Pendekatan yang dapat dilakukan : pendidikan kesehatan, suplemen, konseling, pencegahan primer, pengobatan KB, pendidikan tentang perilaku seksual yang bertanggungjawab, pencegahan dan pengobatan IMS, pelayanan antenatal, persalinan, post partum pelayanan kebidanan darurat, imunisasi dan informasi-informasi.
5. Usia Lanjut
Yang dianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. Inilah masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berat lainnya. Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya secara teratur. Prioritas utamanya adalah menjaga agar tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar, dan minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.
a.       Perhatian pada problem meno/andro-pause
b.      Perhatian pada penyakit utama degeneratif, termasuk rabun, gangguan mobilitas dan osteoporosis.
c.       Deteksi dini kanker rahim dan kanker rahim
d.      Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini: penyakit sistem sirkulasi, kekerasan, prolaps/osteoporosis, kanker saluran reproduksi, payudara/kanker prostat, ISR/IMS/HIV/AIDS.
e.       Pendekatan yang dapat dilakukan: dipengaruhi oleh pengalaman reproduksi sebelumnya, diagnosis, informasi dan pengobatan dini.

2.2  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan Perempuan
v  Kemiskinan
Diperkirakan sekitar 40% penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan sejak terjadinya krisis ekonomi yang berkepanjangan. Hal ini menghambat akses terhadap pelayanan kesehatan yang pada akhirnya dapat berakibat kesakitan, kecacatan dan kematian.
v  Kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat
Kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat ditentukan oleh banyak hal, misalnya keadaan sosial ekonomi, budaya dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat di mana mereka menetap. Dewasa ini masih banyak ditemukan diskriminasi terhadap perempuan, antara lain:
a)      Perempuan dinomor-duakan dalam segala aspek kehidupan, misalnya dalam pemberian makan sehari-hari, kesempatan memperoleh pendidikan, kerja dan kedudukan.
b)      Perempuan seringkali terpaksa menikah pada usia muda, karena tekanan ekonomi atau orang tua mendorong untuk cepat menikah agar terlepas dari beban ekonomi.
c)      Keterbatasan perempuan dalam pengambilan keputusan untuk kepantingan dirinya, misalnya dalam ber-KB, dalam memilih bidan sebagai penolong persalinan atau dalam mendapat pertolongan segera di RS ketika diperlukan, disamping kurangnya kesempatan mengendalikan penghasilan keluarga.
d)     Tingkat pendidikan perempuan yang belum merata dan masih rendah menyebabkan informasi yang diterima tentang kesehatan reproduksi sangat terbatas. Seperti diketahui, tingkat pendidikan yang meningkat dapat meningkatkan rasa percaya diri, wawasan dan kemauan untuk mengambil keputusan yang baik bagi diri dan keluarga, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi.
v  Akses ke fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
a)      Jarak ke fasilitas kesehatan yang cukup jauh dan sulit dicapai
b)      Kurangnya informasi tentang kemampuan fasilitas kesehatan
c)      Keterbatasan biaya
d)     Tradisi yang menghambat pemanfaatan tenaga dan fasilitas kesehatan
v  Kualitas pelayanan kesehatan reproduksi yang kurang memadai, antara lain karena:
a)      Pelayanan kesehatan yang kurang memperhatikan kebutuhan klien
b)      Kemampuan fasilitas kesehatan yang kurang memadai
v  Beban ganda, tanggung jawab tidak proporsional sehingga kesehatan anak perempuan dan perempuan semakin buruk
v  Akses untuk pelayanan kespro rendah karena:
a)      Pengetahuan tentang seksualitas dan informasi mengenai hak reproduksi masih rendah.
b)      Menonjolnya perilaku seksual resiko tinggi
c)      Diskriminasi sosial
d)     Sikap negatif terhadap perempuan dan anak perempuan
e)      Rendahnya kemampuan dalam pengendalian kahidupan seksual pada reproduksi
v  Kurangnya penanganan kespro dan seksual pada laki-laki dan perempuan usia lanjut
v  Kebijakan dan program kesehatan masih belum mempertimbangkan perbedaan sosial, ekonomi dan perbedaan lainnya antara perempuan dan masih rendahnya kemandirian perempuan.

2.3   Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Siklus Kesehatan Wanita
a. Bayi
Perkembangan dan pertumbuhan alat reproduksi bayi dapat mengidentifikasi apakah bayi itu lahir cukup bulan atau kurang bulan. Pada bayi cukup bulan jumlah folikel primodial dalam kedua ovarium sudah terbentuk sebanyak 750rb butir dan tidak akan bertambah lagi. Tuba uterus, vagina dan genitalia eksternal sudah terbentuk sempurna. Tapi pada bayi prematur, vagina kurang tertutup dan labia minora lebih terlihat.
Pada minggu pertama, bayi masih memiliki pengaruh estrogen dari ibunya, karenanya bayi akan mengalami pembesaran uterus, payudara, sekresi cairan payudara dan perdarahan pervaginam yang disebut withdrawal bleeding.

b. Kanak-kanak
Pada masa kanak-kanak, perkembangan organ reproduksi tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan masa pubertas. Dan pada masa kanak-kanak inipun sudah nampak perbedaan antara anak pria dan anak wanita. Oleh karena itu, pada saat ini anak seharusnya sudah dapat mendapatkan pendidikan seks dasar agar anak-anak dapat membedakan jenis kelamin manusia.

c. Pubertas
Masa ini adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dimana pada saat ini organ reproduksi akan tumbuh dan berkembang secara cepat, karana pada masa ini diawali dengan berfungsinya ovarium dan berakhir sampai ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur.
Pada masa pubertas mulai timbul tanda-tanda kelamin primer seperti menarche (menstruasi pertama) pada wanita dan mimpi basah pada pria. Serta terdapat pertumbuhan tanda-tanda kelamin sekunder seperti tumbuhnya rambut pada kemaluan dan ketiak, pinggul dan payudara mulai berkembang, suara, otot dan kulit pun mengalami perubahan.
Masa ini rata-rata dimulai pada usia 8-14 th dan berlangsung rata-rata 4 tahun. Dan pada zaman sekarang usia reproduksi sudah mengalami percepatan karena dipengaruhi dengan derajat kesehatan dan gizi yang meningkat. Karena

d. Reproduksi
Masa ini merupakn masa terpenting dan hanya berlangsung rata-rata 33 tahun. Pada masa ini terjadi ovulasi ±450 kali dan menstruasi selama ±1800 hari. Untuk hamil masa reproduksi terbaik adalah pada usia 20-35 tahun.

e. Klimakterium, menopause dan senium
Klimakterium adalah dari bahasa yunani yang berarti tangga yang merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir. Bagian klimakterium sebelum menopause disebut pramenopause. Sedangkan senium adalah masa sesudah menopause, ketika telah tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan wanita, sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun psikisnya.
Pada masa menopause akan banyak sekali perubahan-perubahan dan gangguan psikis dan fisik. Seperti penurunan fungsi organ-organ tubuh. Terjadinya menopause ini ada hubungannya dengan kejadian menarche. Dimana semakin cepat menarche didapat maka menopause akan semakin lambat.

1. Masa bayi
Faktor yang mempengaruhi pada masa bayi :
·         Lingkungan
·         Kondisi ibu
·         Sikap orang tua
·         Aspek psikologi pada masa bayi
·         Sistem reproduksi
2.  Masa kanak-kanak
Ada 2 faktor yang mempengaruhi kehidupan wanita pada masa ini :
faktor dalam
·         Hal-hal yang diwariskan orang tua spt bentuk tubuh
·         Kemampuan intelektual
·         Keadaan hormonal tubuh
·         Emosi dan sifat
faktor luar
·         Keluarga
·         Gizi
·         Budaya setempat
·         kebiasaan anak dalam hal personal hygiene
3. Masa pubertas/remaja
Faktor yang berpengaruh :
·         Status gizi
·         Pendidikan
·         Lingkungan dan pekerjaan
·         Seks dan seksualitas
·         Kesehatan reproduksi remaja itu sendiri
4. Masa dewasa/reproduksi
Faktor yang berpengaruh yaitu :
·         Perkembangan organ reproduksi
·         Tanggapan seksual
·         Kedewasaan psikologi
5. Masa usia lanjut (klimakterium, menopause, senium)
Faktor yang berpengaruh :
·         Faktor hormonal
·         Kejiwaan
·         Lingkungan
·         Pola makan
·         Aktifitas fisik3

2.4  Elemen-elemen Pelayanan Kesehatan Reproduksi
Ada 10 elemen pelayanan kespro yang ditetapkan pada ICPD Kairo untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan organ dan fungsinya pada laki-laki dan perempuan.Seseorang bisa mengalami masalah kesehatan reproduksi lebih dari satu padawaktu yang bersamaan, misalnya ibu yang memeriksakan kehamilannya bisa sajmerupakan korban KDRT dan mengidap ISR.
Dalam sistem kesehatan, bidan yang sensitif akan menerapkan paket kesehatanreproduksi dan memberikan penanganan yang lebih dari sekedar pelayanan pranatal,tetapi juga memadaukannya dengan penanganan kekerasan dan ISR.Elemen-elemen pelayanan kespro dalam konteks pelayanan kesehatan dasar meliputi:
1.      Pelayanan dan konseling, informasi, edukasi dan komunikasi KB yang berkualitas.
2.      Pelayanan prenatal, persalinan dan postpartum yang aman termasuk menyusui
3.      Pencegahan dan pengobatan kemandulan
4.      Pencegahan dan penanganan aborsi tidak aman
5.      Pelayanan aborsi aman bila tidak melanggar hokum
6.      Pengobatan ISR, IMS, dan kondisi lain dalam sistem reproduksi
7.      Indormasi dan konseling ,engenai seksualitas, menjadi orang tua yang bertanggung jawab serta kespro dan seksual.
8.      Pencegahan secara aktif prakti-praktik berbahaya seperti sunat perempuan/mutilasi kelamin
9.      Pelayanan rujukan untuk komplikasi KB, kehamilan, persalinan dan aborsi,kemandulan, ISR, IMS dan HIV/AIDS sert kanker kandungan.
10.  Jika mungkin program kespro dan KB harus meliputi fasilitas diagnosis dan pengobatan IMS seiring dengan meningkatnya resiko penularan HIV.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Siklus Kesehatan Wanita
Perkembangan dan pertumbuhan alat reproduksi bayi dapat mengidentifikasi apakah bayi itu lahir cukup bulan atau kurang bulan. Pada bayi cukup bulan jumlah folikel primodial dalam kedua ovarium sudah terbentuk sebanyak 750rb butir dan tidak akan bertambah lagi
Pada masa kanak-kanak, perkembangan organ reproduksi tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan masa pubertas.
Pubertas Masa ini adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dimana pada saat ini organ reproduksi akan tumbuh dan berkembang secara cepat, karana pada masa ini diawali dengan berfungsinya ovarium dan berakhir sampai ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur.
Reproduksi Masa ini merupakn masa terpenting dan hanya berlangsung rata-rata 33 tahun. Pada masa ini terjadi ovulasi ±450 kali dan menstruasi selama ±1800 hari. Untuk hamil masa reproduksi terbaik adalah pada usia 20-35 tahun.
Klimakterium adalah dari bahasa yunani yang berarti tangga yang merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir.


DAFTAR PUSTAKA







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar